Bukan Sekadar Lapangan: Abdul Fikri Faqih Dorong Olahraga Kabupaten Tegal Jadi Jalan Melahirkan Generasi Berprestasi
SLAWI — Kemajuan olahraga tidak lahir hanya dari pertandingan dan kompetisi. Di balik setiap atlet yang berprestasi, ada proses panjang: pembinaan, fasilitas yang memadai, pelatih yang berdedikasi, serta lingkungan yang memberi ruang bagi anak-anak muda untuk tumbuh dan berkompetisi.
Pandangan itulah yang terus mendapat perhatian dari Dr. Abdul Fikri Faqih, M.M. dalam melihat perkembangan olahraga di Kabupaten Tegal.
Selasa (11/8), Anggota DPR RI dari PKS tersebut mengunjungi Footballindo Akademi di Slawi. Kunjungan itu menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung aktivitas pembinaan sepak bola sekaligus berdialog mengenai perkembangan olahraga dan potensi generasi muda di Kabupaten Tegal.
Bagi Abdul Fikri, pembinaan olahraga tidak boleh berhenti pada pencapaian prestasi sesaat. Olahraga harus menjadi bagian dari proses membangun generasi yang sehat, disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki semangat berprestasi.
“Olahraga bukan hanya soal menang dan kalah. Di dalamnya ada pendidikan karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan bagaimana anak-anak kita belajar berjuang untuk mencapai sesuatu,” ujarnya.
Dari Dukungan Fasilitas hingga Pembinaan
Perhatian Abdul Fikri terhadap aktivitas olahraga di Kabupaten Tegal bukan hal yang baru.
Pada 2025, melalui dukungan aspirasi, ia turut memberikan bantuan berupa alat fitness serta mendukung penyelenggaraan turnamen sepak bola antarkesebelasan yang diselenggarakan Footballindo.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong tersedianya ruang dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga sekaligus menjadi sarana pembinaan potensi generasi muda.
Namun, menurut Abdul Fikri, fasilitas hanyalah salah satu bagian dari ekosistem olahraga.
Yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan pembinaan. Anak-anak dan remaja yang memiliki minat serta bakat harus mendapatkan kesempatan untuk berlatih, mengikuti kompetisi, dan mengembangkan kemampuannya secara bertahap.
Karena itu, keberadaan akademi dan komunitas olahraga seperti Footballindo memiliki posisi penting. Tempat-tempat semacam ini bukan sekadar menjadi lokasi latihan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi calon-calon atlet Kabupaten Tegal.
Menjemput Potensi dari Daerah
Kabupaten Tegal memiliki banyak anak muda dengan potensi di bidang olahraga. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat ditemukan, dibina, dan diarahkan menjadi prestasi.
Menurut Abdul Fikri, pembangunan olahraga perlu dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah, legislatif, komunitas, akademi, pelatih, orang tua, dan masyarakat memiliki peran masing-masing.
“Potensi anak-anak kita banyak. Tinggal bagaimana kita memberikan ruang, fasilitas, pembinaan, dan kesempatan kepada mereka untuk berkembang,” katanya.
Ia berharap semakin banyak ruang pembinaan olahraga yang tumbuh di Kabupaten Tegal. Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang, tetapi menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
“Kalau pembinaannya baik, insyaallah bukan hanya atlet yang kita lahirkan, tetapi generasi yang punya karakter kuat dan siap menghadapi masa depan,” lanjutnya.
PKS dan Perhatian pada Olahraga
Bagi PKS, perhatian terhadap olahraga merupakan bagian dari perhatian terhadap kualitas generasi muda.
Olahraga menyentuh banyak aspek sekaligus: kesehatan, pendidikan karakter, kebersamaan, hingga peluang untuk meraih prestasi. Karena itu, pembangunan olahraga semestinya tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga pada terbentuknya masyarakat yang sehat dan generasi muda yang produktif.
Kunjungan Abdul Fikri ke Footballindo Akademi pun menjadi pengingat bahwa membangun olahraga membutuhkan perhatian yang konsisten dan jangka panjang.
Dari sebuah lapangan sepak bola di Slawi, bisa saja lahir pemain yang suatu hari membawa nama Kabupaten Tegal lebih tinggi. Tetapi sebelum itu terjadi, mereka membutuhkan ruang untuk bermimpi, berlatih, bertanding, gagal, bangkit, dan terus berkembang.
Karena prestasi tidak muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari pembinaan yang dirawat bersama.
Dan dari sanalah olahraga Kabupaten Tegal layak terus didorong: bukan hanya untuk mencari juara hari ini, tetapi untuk menyiapkan generasi pemenang di masa depan.

Komentar
Posting Komentar